5 Jurnalis Hilang di Sekitar Anak Krakatau Berangkat dari Carita Naik Speedboat
Lima jurnalis dinyatakan hilang setelah berangkat dari Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau pada Sabtu (25/5/2024). Para jurnalis tersebut menggunakan speedboat menuju lokasi gunung berapi yang aktif tersebut namun tidak kembali seperti yang direncanakan.
Kepala Polres Pandeglang, AKBP Andi Muhammad Faisal, mengatakan tim SAR telah dikerahkan untuk mencari para jurnalis yang hilang. "Kita telah mengaktifkan tim SAR gabungan yang terdiri dari personel Polri, Basarnas, TNI, serta unsur BPBD dan relawan," ujarnya dalam konferensi pers di Mapolres Pandeglang, Minggu (26/5/2024).
Kronologi Peristiwa
Menurut informasi yang dihimpun, lima jurnalis tersebut terdiri dari tiga wartawan dari satu stasiun televisi lokal dan dua wartawan online. Mereka berangkat dari Dermaga Carita sekitar pukul 07.00 WIB menggunakan speedboat berkapasitas delapan orang dengan nakhoda bernama Eman (45).
Perjalanan mereka seharusnya memakan waktu sekitar 1,5 jam untuk mencapai lokasi Anak Krakatau. Namun, hingga pukul 16.00 WIB, speedboat yang mereka tumpangi tidak juga kembali ke pelabuhan. Keluarga para jurnalis yang menunggu di pelabuhan akhirnya melapor kepada pihak berwenang setelah mendapatkan informasi bahwa komunikasi dengan speedboat terputus sejak pukul 12.00 WIB.
Kondisi Cuaca Buruk Diduga Sebab
Andi Muhammad Faisal menjelaskan bahwa cuaca di perairan Selat Sunda pada Sabtu pagi kondusif. Namun, sekitar pukul 11.00 WIB, cuaca berubah drastis dengan gelombang setinggi 3-4 meter disertai hujan deras. "Kondisi ini diduga menjadi penyebab speedboat yang ditumpangi para jurnalis mengalami gangguan," kata dia.
Basarnas melaporkan bahwa lokasi pencarian difokuskan di area perairan antara Pulau Sebesi dan Pulau Anak Krakatau. "Kita menggunakan dua unit kapal patroli dan satu unit pesawat untuk melakukan pencarian dari udara," jelas Kepala Basarnas Banten, Ahmad Yani, dalam keterangannya.
Identitas Para Jurnalis yang Hilang
Lima jurnalis yang dilaporkan hilang adalah:
- Rudi (35), wartawan stasiun televisi lokal
- Siti (28), wartawan stasiun televisi lokal
- Budi (42), wartawan stasiun televisi lokal
- Ahmad (38), wartawan online
- Maya (30), wartawan online
Para jurnalis tersebut rencananya akan meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau yang kembali meningkat aktivitasnya beberapa pekan terakhir. "Mereka akan membuat dokumentasi tentang aktivitas gunung berapi dan dampaknya terhadap aktivitas nelayan di sekitar wilayah tersebut," ujar Kepala Redaksi stasiun televisi tempat tiga jurnalis bekerja, tidak mau disebutkan namanya.
Hingga Senin (27/5/2024) pagi, pencarian masih berlangsung meskipun dihambat oleh kondisi cuaca yang masih tidak menentu. Tim SAR telah memperluas area pencarian hingga ke perairan sekitar Pulau Rakata dan Pulum Panjang.
Pihak berwenang juga telah meminta bantuan masyarakat di sekitar pesisir untuk memberikan informasi jika melihat adanya objek mencurigakan atau kapal kecil yang mengapung di perairan. "Kita juga sudah menghubungi kapal-kapal nelayan yang beroperasi di area tersebut untuk membantu mencari," tambah Andi Muhammad Faisal.
Kondisi Anak Krakatau
Gunung Anak Krakatau yang terletak di Selat Suda ini telah menunjukkan aktivitas meningkat sejak awal Mei 2024. Pusat Vulkanologi dan Mitasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat terjadi 22 kali gempa tektonik, 117 kali gempa vulkanik dangkal, dan 4 kali gempa eksplosif dalam sepekan terakhir.
Respons Pemerintah
Gubernur Banten, Wahidin Halim, telah memerintahkan instansi terkait untuk segera melakukan evakuasi jika para jurnalis ditemukan dalam kondisi selamat. "Kita siap menyediakan bantuan kesehatan dan dukungan psikologis bagi mereka yang berhasil diselamatkan dan keluarganya," ujarnya.
Wakil Bupati Pandeglang, Ade Sumardi, menambahkan bahwa pemerintah setempat telah membentuk posko darurat di Dermaga Carita untuk membantu keluarga korban dan memantau perkembangan pencarian. "Kita juga akan memberikan bantuan logistik kepada tim SAR yang sedang beroperasi," kata dia.
Sementara itu, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, meminta agar semua pihak bersikap hati-hati dalam melaksanakan kegiatan di perairan sekitak Anak Krakatau. "Kondisi di sana memang rawan, sehingga kita harus selalu waspada terhadap perubahan cuaca yang mendadak," pesannya.
Komentar (0)