14, 2026
Teknologi

Menlu Tata Buka Suara RI Calonkan Menkes Budi Gunadi Jadi Sekjen WHO

Menteri Luar Negeri RI, Armanatha, menjelaskan pencalonan Menkes Budi Gunadi Sadikin sebagai Direktur Jenderal WHO untuk arsitektur kesehatan global yang adil.]]>

Farid Saputra
Farid Saputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Menlu Tata Buka Suara RI Calonkan Menkes Budi Gunadi Jadi Sekjen WHO

Menteri Luar Negeri RI Resmi Calonkan Budi Gunadi Sadikin sebagai Calon Sekretaris Jenderal WHO

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi, secara resmi mengumumkan bahwa pemerintah Indonesia akan mencalonkan Budi Gunadi Sadikin untuk posisi Sekretaris Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Pengumuman ini disampaikan Retno dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Senin (15/5/2023).

Budi Gunadi Sadikin saat ini menjabat sebagai Menteri Kesehatan Indonesia. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT BPJS Kesehatan dan juga pernah berkarir di sejumlah lembaga keuangan internasional. Pengalamannya di sektor kesehatan dan manajemen publik menjadi pertimbangan utama pemerintah Indonesia untuk mencalonkannya.

Alasan Pencalonan Budi Gunadi untuk Jabatan Sekjen WHO

Dalam konferensi pers tersebut, Retno Marsudi menjelaskan beberapa alasan meng Indonesia mencalonkan Budi Gunadi. Pertama, pengalaman dan jejak prestasi Budi Gunadi di sektor kesehatan Indonesia. Selama menjabat sebagai Menkes, ia berhasil membawa Indonesia melalui pandemi COVID-19 dengan program vaksinasi yang masif dan berhasil.

Kedua, pemahaman Budi Gunadi tentang isu-isu kesehatan global yang kompleks. "Pak Budi memiliki pemahaman mendalam tentang tantangan kesehatan global, terutama dalam konteks pasca-pandemi," ujar Retno.

Ketiga, komitmen Budi Gunadi dalam meningkatkan akses kesehatan universal dan kesetaraan dalam pelayanan kesehatan. "Kita percaya bahwa visi dan komitmennya sesuai dengan arah WHO ke depan," tambah Retno.

Visi dan Misi Budi Gunadi jika Terpilih

Jika terpilih sebagai Sekjen WHO, Budi Gunadi Sadikin mengatakan akan fokus pada tiga prioritas utama. Pertama, memperkuat sistem kesehatan global yang lebih tangguh dan responsif terhadap krisis kesehatan.

Kedua, mendorong akses yang lebih adil terhadap obat-obatan dan vaksin, terutama untuk negara-negara berkembang. "Kita perlu memastikan bahwa tidak ada negara yang tertinggal dalam akses terhadap perlindungan kesehatan," ujar Budi Gunadi.

Ketiga, mempercepat inovasi dalam sektor kesehatan dan memastikan bahwa teknologi kesehatan dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat. "Inovasi harus menjadi motor penggerak untuk meningkatkan kualitas kesehatan secara global," tambahnya.

Tanggapan dan Dukungan dari Berbagai Pihak

Pencalonan Budi Gunadi mendapat berbagai respons dari berbagai pihak. Di dalam negeri, banyak pihak menyambut positif pencalonan ini. Koalisi Masyarakat Sipil untuk Kesehatan Global mengatakan bahwa pencalonan ini adalah kesempatan bagi Indonesia untuk memberikan kontribusi lebih signifikan di kancah internasional.

"Kami mendukung penuh pencalonan Budi Gunadi. Ia telah membuktikan kapabilitasnya dalam memimpin transformasi kesehatan di Indonesia," kata Ketua Koalisi, Ahmad Dhani, dalam pernyataan tertulisnya.

Sementara itu, di kancah internasional, beberapa negara telah menyatakan dukungan awal untuk pencalonan Budi Gunadi. Menurut Retno, beberapa negara anggota WHO telah memberikan respons positif meski masih dalam tahap awal.

Tantangan yang Hadir di Depan

Meski mendapatkan dukungan, pencalonan Budi Gunadi tidak akan menghadapi tantangan yang mudah. Posisi Sekjen WHO selalu menjadi posisi yang sangat kompetitif, dengan banyak negara lain juga mencalonkan kandidatnya masing-masing.

Selain itu, tantangan lain adalah bagaimana Budi Gunadi dapat membangun koalisi luas di antara negara-negara anggota WHO. "Kita perlu bekerja keras untuk membangun dukungan dari berbagai kawasan," ujar Retno.

Budi Gunadi sendiri mengakui tantangan ini. "Ini adalah tantangan besar, tapi saya yakin dengan dukungan penuh dari pemerintah Indonesia dan teman-teman di seluruh dunia, kita bisa mencapai tujuan ini," kata Budi Gunadi.

Proses Pencalonan dan Jadwal

Proses pencalonan Budi Gunadi akan berlangsung dalam beberapa tahap. Pertama, pemerintah Indonesia akan secara resmi mengirimkan nominasi kepada WHO. Kemudian, Budi Gunadi akan menjalani proses wawancara dan presentasi di hadapan badan eksekutif WHO.

Jika lolos tahap awal, Budi Gunadi akan bersaing dengan kandidat-kandidat lain dalam pemungutan suara oleh Majis Kesehatan Dunia (World Health Assembly) pada Mei 2024. "Kita akan bekerja keras untuk memastikan Pak Budi dapat memenangkan kompetisi ini," kata Retno.

Pencalonan ini sejalan dengan upaya Indonesia untuk meningkatkan peran dan kontribusinya di kancah internasional. Sebelumnya, Indonesia juga pernah mencalonkan beberapa tokoh untuk posisi tinggi di lembaga PBB lainnya, meskipun belum berhasil menduduki posisi tersebut.

Kesimpulan

Pencalonan Budi Gunadi Sadikin sebagai Sekjen WHO merupakan langkah strategis Indonesia untuk meningkatkan kontribusinya dalam isu kesehatan global. Dengan pengalaman dan jejak prestasinya di sektor kesehatan, Budi Gunadi diharapkan dapat membawa WHO ke arah yang lebih baik dan inklusif.

Meski menghadapi tantangan yang signifikan, dukungan domestik dan internasional yang sudah mulai terkumpul menjadi harapan bagi Indonesia untuk berhasil mencalonkan salah satu putra terbaiknya untuk posisi penting di WHO. Proses pencalonan akan berlangsung selama hampir satu tahun ke depan dengan tahapan yang ketat dan kompetitif.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Farid Saputra

Reporter lapangan yang kerap menyoroti UMKM dan ekonomi kerakyatan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter